Selasa, 24 April 2018

Cerita Lengkap Tentang Maroko



Lagi lagi tentang Maroko..

Kok gak ada bosan dan henti2nya cerita tentang Maroko yaa. Kalo kalian bosan membacanya…..Entaaarrr…!!!
Untuk kalian yang berniat ataupun bermimpi datang kesana mestinya harus baca ini dulu yaa.

Adat dan kebiasaan, Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Maroko?
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan kesana?
Makanan di sana cocok apa tidak yaa untuk lidah kita?
Akomodasinya gimana,  mahal enggak sih?
Bagusnya pergi kemana? Transportnya apa? Gimana?

Inilah pertanyaan2 klasik yang sering kita dengar dan harus diperhatikan jika kita berniat pergi kesuatu tempat yang tidak kita kenal sebelumnya. Mari, Yuuk bekali diri kalian dengan informasi yang cukup.

Adat dan Kebiasaan :
Lelaki disini adalah raja, mereka mempunyai kebebasan yang hampir tak berbatas. Mereka bebas melakukan apa saja dan pergi kemana saja dan jam berapa aja.
Maroko yang warga negaranya mayoritas beragama muslim 99 % merupakan sebuah negara yang masih sangat kuat memeluk dan mempertahankan tradisi agamanya.
Hanya ada lelaki dan perempuan tua
Perbedaan antara laki laki dan perempuan itu sangat kentara dan sangat di bedakan. Para lelaki memiliki kebebasan yang tanpa limit. Lelaki boleh kemana saja, kapan saja, bertemu siapa saja dan melakukan apa saja. Sedangkan perempuan hanya memiliki kebebasan keluar rumah bebas di masa kanak kanak. Ketika mereka telah mengalami masa akil  balik maka anak perempuan hidup bagaikan di dalam tudung, dipingit dan hilang kebebasannya.

Perempuan dan laki-laki tidak boleh bertemu sesuka hati, tidak boleh saling berkunjung dan tidak boleh jalan-jalan bareng keluar bersama-sama. Tempat dan kesempatan yang baik untuk para remaja bertemu dan bersapa ria adalah di Sekolah dan di tempat kuliah saja. Diluar itu mereka harus saling menghindar.
Maka yang paling berfungsi untuk mereka berkomunikasi adalah sosmed itu pun masih sembunyi2. Hp dan chatting WA lah yang membantu mereka utk menjadi dekat didalam batasan2 kultur yang ada.

Hal yang membuat aku shock karena sebelumnya tidak tahu adalah ketika seorang laki2 entah itu anak muda remaja, dewasa atau sudah tua, jikalau dia seorang perempuan yang ada didalam keluarga itu maka dia tidak boleh menampakan diri mereka jika ada orang (laki-laki) yang berkunjung ke rumah mereka. Termasuk sang ibu sebagai nyonya rumah juga harus menyembunyikan dirinya. Didalam rumah keluarga Maroko biasanya ada 2 ruang tamu, ruang tamu keluarga dan ruang tamu khusus untuk tamu yang dipisahkan dengan pintu. Jadi ketika ada laki2 yang berkunjung kerumah mereka, pintu tembus ke ruang tamu keluarga harus ditutup dan sang perempuan tidak boleh melewatinya sampai ada pemberitahuan kalo tamunya sudah pergi maka mereka boleh keluar.

Hal-hal lain yang juga membuat aku heran sebagai seseorang yang tinggal di negara bebas.
Perempuan-perempuan Maroko tidak  diperkenankan bebas keluar rumah, sepanjang jalan yang ada hanyalah para laki-laki. Hanya Para lelaki yang boleh melakukan aktivitas di luar rumah baik itu berjualan atau pun melakukan pekerjaan2 lainnya. Dan kalau pun ada perempuan,  itu hanyalah para perempuan perempuan tua yang mereka pun masih harus tetap membungkus diri mereka dengan rapat, berjilbab dan berburka (hanya kelihatan matanya saja). 

Melihat hanya ada  para lelaki dan perempuan2 tua di jalan adalah hal yang sangat umum. Terutama di daerah kampung dan kota kota kecil. Kalau didalam kota kota besar moderen seperti Rabat, Casablanca,Tangier, dan kota kota turis seperti Marrakesh, Fez, Chefchaouen dan Ait Ben Haddou mungkin akan ada beberapa perempuan yang kelihatan di muka umum dan bekerja. Tapi jumlahnya tidak banyak dan itu pun pastinya sudah harus melalui persetujuan suami dan keluarga. Di kota besar tersebut diatas juga tidak apa2 bagi kita orang asing berpakaian dengan alanya kita sendiri. Kepala boleh tidak di tutup, bahu boleh terbuka dikit tidak akan ada yang usil. Penduduknya masih bisa menerimanya karena mereka sudah sering berhadapan dengan turis. Disini mereka menerima perbedaan budaya dengan wisatawan. Tapi penerimaan ini hanya untuk para pelancong, bagi keluarga mereka sendiri semua perempuan harus tertutup dan tidak boleh bepergian dengan lelaki lelaki yang bukan keluarga dekat seperti kakak atau adik atau bapak.
Ditempat seperti ini saya selalu berpakaian rapat
dan menutup kepala
Yang sangat tidak biasa bagi orang maroko adalah melihat orang bercelana pendek atau ber-rok pendek selutut atau melihat kulit telanjang secara langsung. Hal ini adalah sebuah bencana. Mereka tidak biasa melihat seorang wanita dengan kaki berkulit telanjang. Dont do it here walaupun cuaca sangat panas sekalipun, karena kalian akan menjadi orang yang akan dilihat penuh dengan hujatan mata. Kalaupun memang niat pake rok selutut (diatas lutut jangan sama sekali) pake lah stoking hitam jangan yg sama warnanya dengan kulit.
Hal lain yang juga tidak boleh dilakukan ; janganlah membidik kamera kalian ke arah para wanita yang memakai pakaian terbungkus, berburka, bercadar atau apapun yang menurut kalian menarik utk difoto. Mereka para lelaki bahkan anak2 disekitarnya akan bisa sangat agresive melawan kalian.
Juga jika kalian melihat gerombolan para lelaki dengan pakaian tradisionalnya jangan pernah menjepret mereka, ini sangat terlarang dan tidak disukai oleh mereka. Hati2 lah!
Ketika bertemu seseorang dijalan dan kalian di undang ke rumahnya, jangan heran kalau kalian tidak bertemu dengan anggota keluarga perempuannya karena itu memang tidak boleh. Dan kalaupun kalian sampai bertemu, itu adalah pengecualian yang luar biasa(mungkin kalau kalian perempuan bisalah bertemu sesama perempuan), Jangan pernah memotret  para anggota keluarga perempuan tersebut. Saya punya pengalaman tentang ini semua!
  
Waktu berkunjung yang tepat ke Maroko.
Untuk WN Indonesia yang rentan dingin, waktu terbaik untuk berkunjung ke Maroko adalah pertengahan Maret sampai akhir bulan Mei.

Kenapa?
Karena cuaca dan temperatur di Maroko itu kadar perbedaan antara daerah satu dangan daerah lainnya lumayan extrim.

Kalau mulai pertengahan Maret itu cuaca di pesisir pantai seperti Tanger, Essaouira dan Agadir masih sangat dingin (siang 15-18 derajat, malamnya 8-10 derajat aja dingin banget) , Daerah seperti Chefchaouen, Fez, Rabat, Casablanca, Marakesh, Merzouga dan Mhamid sudah lebih hangat antara 22-25 derajat kalau siang sedangkan malamnya 12-18 derajat.

 April sepertinya adalah waktu yang terbaik. Karena kalau di pesisir pantai pasti sudah hangat, tidak perlu berjaket tebal. Laut masih belum bisa direnangi karena airnya masih dingin berkisar 20-23 derajat saja. Di Daerah seperti Chefchaouen, Fez, Rabat, Casablanca, Marrakesh, Merzouga dan Mhamid cuaca sangat sempurna untuk siang hari. Sudah seperti musim panas. Tidak perlu pake jaket tidak perlu pake baju tebal. Tapi kalau lepas tengah malam masih akan terasa dingin banget jadi saya sarankan tetap bawa baju tebal ya. Kalau tidak, di hotelpun pasti menyediakan selimut ambal tebal.

Bulan Mei-juni, Cuaca pasti sudah panas dimana mana sama panasnya seperti di Indonesia, tapi dari Marakesh sampai ke Padang gurun sana panas sudah mulai menyengat banget. Bahkan untuk bulan Juni sudah mulai sedikit yang mau ke padang gurun karena orang biasanya sudah tidak tahan akan panasnya yang menyengat bagai di neraka.
Dari bulan Juli sampai September aktivitas turis ke gurun sudah tidak ada. Tidak ada yang mau kesana. Orang lokal bahkan termasuk suku Nomad yang berada disana pun semua memilih tinggal di rumah saja karena tidak kuat akan panasnya padang gurun yang panas. Biasanya mereka akan pergi kedesa atau berkelana ke kota mencari pekerjaan sementara atau mengemis di kota. Mereka akan balik lagi ke gurun setelah musim berganti dan panas mereda.


Makanan, Makan apa saja di Maroko?
Makanan yang paling terkenal di Maroko adalah Tajin. Tajin itu ada dimana mana. Ada Tajin daging dan ada juga Tajin vegetarian. Saya terus terang tidak terlalu menyukai Tajin, di Maroko saya memakan Tajin cuma 3x stelah itu enek dan gak mau lagi karena kurang cocok dengan bau jinten dan kunyit nya mereka. Kunyit yang mereka pake tidak sama dengan kunyitnya kita.
Makanan terkenal yang agak cocok di lidah saya adalah Kefta. Kefta ini adalah daging giling (bisa juga cuma dipotong2) yang diberi bumbu khas maroko dibuat bulat spt bakso lalu di tusuk dan dibakar seperti sate, tapi kalo makan ini tiap hari juga bosan kaan...

Couscous adalah makanan terkenal lainnya. Tapi couscous adalah makanan tradisional yang mengandung unsur tradisi ke agamaan. Couscous tidak dimakan setiap hari dan tidak dijual dimana-mana tetapi couscous dimakan pada hari besar agama atau tiap hari Jum’at dimana hari Jum’at adalah hari istirahat dan hari penting untuk keluarga berkumpul dengan keluarga atau teman2nya bagi orang Maroko. Biasanya masing2 keluarga akan memasak couscous dirumahnya dan kalo kamu di undang makan berarti termasuk beruntung karena bisa di ajak merasakan masakan keluarga ini.
Terus terang 14 hari travelling di Maroko membuat saya cukup kesulitan soal makanan. Menurut saya type makanannya kurang variatif, kebanyakan daging dan sedikit sayur. Kalaupun ada, masaknya juga ya gitu2 aja jadi cepat bosan. Aaahh….maklum daerah padang gersang pikir saya, jadi mana mungkin banyak sayurnya?
Hal yang baik kalau bisa, bawalah bekal mu sendiri dari negara mu. Bawa Indomie itu sesuatu banget disini. Kalau untuk saya sendiri, setiap kali travelling saya selalu membawa Salami dan Ham, pisau kecil, butter dan kopi mix dan teh dari Indonesia. Jadi kalau tidak suka makan diluar saya tinggal beli roti dan bikin sendiri sandwich saya. 
Roti bundar berdiameter 20-25 cm itu bernama Khobz, merupakan roti khas Maroko. Rasanya enak banget menurutku (bahkan enak dari roti jerman) dan bisa dibeli di mana mana. Harganya pun murah cuma 1,5 Dirham (10 cent euro) untuk 1 roti yang lumayan besar dan cukup bikin kenyang perut 1 orang. Roti ini merupakan roti favorite ku di maroko, mereka membuatnya buatnya rata2 dengan memanggang memakai kayu bakar asli jadi mungkin ini yang mebuatnya berbeda rasa. Kalo beli yang lagi panas saya bisa makan tanpa pake apapun saking sukanya.

Akomodasi
Tempat menginap di Maroko itu rata rata murah. Tidak perlu booking kamar dengan advance karena kita akan selalu bisa mendapatkan kamar sewa dimana2 sebenarnya. Yang penting kita ada internet di Hp pasti gampang.
Kalau kalian mencari kamar hotel secara langsung dengan cara mendatangi hotelnya jangan lupa nawar. Pengalaman saya disana setiap datang ke hotel saya selalu menawar dan selalu dapat harga yang lebih murah dari harga2 yang mereka tawarkan di website website yang ada.
Tapi kalo kalian booking duluan juga baik kok, banyak riads bagus dan murah yang ditawarkan di Hostelworld.com. Saya bukan marketingnya loh ya..cuma krn sering pake jasa HW dan tdk pernah bermasalah jadinya saya tawarkan ini aja.

Sekedar berbagi pengalaman, hotel2 di Maroko jarang sekali menyediakan handuk di kamar entah karena harganya yang murah (kamar yg sy pake rata2 berkisar antara 150-300 dirham) atau standart service merekanya yang memang begitu. Kata teman Maroko yg menjadi travelmate kami disana sih di Maroko memang begitu servicenya. Kita harus extra meminta handuk ketika menginap, kalo ngga minta ya enggak dikasih. Alamaakk…kadang ada yang ngasihnya gratis kadang ada yg minta bayar lagi. Emang enggak mahal sih antara 5-10 dirham aja tapi kesannya membuat kita jadi ogah looh.
Nah kalo nggak mau pusing soal ini ya bawa sendiri aja atau kalian beli aja handuk setelah tiba di Maroko, toh nggak mahal juga. Kalau mau melaundry baju juga jangan takut disini, harganya terjangkau, kurang lebih seperti harga laundry di Bali kisarannya. Baca : #AlceRiadsorDar


Di Maroko bagusnya kemana aja?
Yang sering menjadi top destinasi orang orang ke Maroko adalah kota2 sbb :
Medina dan Souk, apa itu?
Souk dan Medina ada di setiap kota di Maroko. Sebenarnya 2 tempat ini adalah pasar yang berada di tengah2 kota. Kalau Souk biasanya menjual berbagai macam barang kelontong, barang2 moderen apa aja. Semua bisa dicari disini !!  Bahkan hingga barang barang bekas dari yg elek sampai barang yang masih bagus. Jadi kalau kalian dari Indonesia datangnya dan tidak memiliki baju dingin tebal yang cukup baik atau tidak punya sepatu kulit yang memadai buat di pakai di Maroko disaat cuaca yang masih dingin. Jangan sungkan2 pergi aja cari di Souk, pasti dapat yang murah meriah. Beli yang bekas pun masih oke dan bagus, gak usah pake gengsi toh barang spt ini ngga mungkin bisa kalian pake lagi di Indonesia  karena ngga cocok dgn cuaca tropik yang panas. Jadi kenapa musti buang duit buat beli barang yang baru?

Medina adalah sebuah pasar seni sebenarnya, hampir semua barang kerajinan Maroko di jual di pasar ini. Lokasi biasanya terletak di dalam tembok kota tua (pada jaman dulu Kota di Maroko selalu melindungi dirinya dengan tembok supaya tidak gampang diserang musuh). Jadi kalau mau cari tas kulit, jacket kulit, berbagai macam permadani, bumbu2 dan semua barang kerajinan tangan dan kerajinan seni carilah disini. Tentunya kalian harus menggunakan kepintaran menawar yang tinggi disini. 
Karena Medina adalah Kota Tua jadi di dalam sini juga banyak menawarkan Riads yang di jadikan hotel maupun hostel untuk tempat menginap. Didalam Medina tidak diperbolehkan kendaraan masuk jadi kalo kalian berminat untuk menginap didalam sini berarti kalian harus siap jalan kaki untuk mencapainya.

Kota kota yang menarik untuk di kunjungi :
.
   Marakesh, yang paling menarik untuk di lihat bagi kita orang Indonesia disini sebenarnya ya hanya  Djema El Fana sebuah Medina di Marrakesh. Tempat ini sangat luas dan bisa membutuhkan waktu yang berjam2 untuk mengelilingi dan menikmatinya. Kalian akan susah menyeret kaki pergi karena terpesona dengan barang seni yang indah menawan disana. 
Marrakesh sangat terkenal dengan tourist scam, pencopetan dan penjambretan yang kejam, berhati-hatilah dengan barang kalian. Hati2 dengan Hp saat mengambil foto karena mereka tidak segan merebutnya dan lari kencang bersembunyi yang membuat kalian tidak akan bisa mengejarnya. Mereka juga sering pura2 sengaja bikin tabrakan saat kalian berjalan, biasanya dilakukan bergerombol. Yang 1 nambrak, yg lain ajak ngomong, yg lainnya lagi nyilet tas kalian atau nyolong. Lihat #AlceMarrakesh

Ait Ben Haddou yang memiliki Kasbah kuno yang dibangun dari tanah lihat dan lumpur sangat menarik untuk didatangi. Dan Kasbah kuno ini telah menjadi tempat pembuatan film-film terkenal didunia. Lihat postingan saya yang lalu #AlceAitbenhaddou.

Sahara Desert ; sebenarnya ada 2 tujuan kalau kalian mau ke padang gurun di Maroko ini   dengan padang gurun Erg Chigaga nya yang lebih terkesan non-touristic namun sangat syahdu.
Ke Merzouga bisa lebih murah kalau kalian cuma menginap di sekitar Merzouga saja, padang gurun sebenarnya dari Merzouga adalah di Erg Chebi. Untuk mencapai kesana harus menggunakan 4x4 horsepower car yang berarti biayanya pun akan sangat mahal. Tapi kalau kalian menginap disekitar tenda atau Hotel yang ada disekitar kampung Merzouga aja ya murah, jadi jangan heran kalau kalian ditawarkan paket murah kesini. Ada rupa ya ada harga. Menurut suku Nomad disana, Padang Gurun Merzouga tidak lah sedahsyat yang ada di Erg Chigaga. Tapi semuanya tentu harus disesuaikan dengan budget dan interest kalian sendiri2 aja yaa. 

Padang Gurun Erg Chigaga yang berada dekat desa Mhamid (baca: Muhamid), adalah padang gurun yang dahsyat dan syahdu, masih belum tersentuh kemoderenan dan masih sangat susah sekali untuk mencapainya kesana, tidak ada listrik bahkan signal telepon pun tidak ada. Hal ini membuat Suku Nomad disana mengklaimnya sebagai desert yang real desert.
Untuk mengetahui tulisan saya panjang lebar tentang Erg Chigaga silahkan cari di #AlceErgChigaga, dan #AlceMhamid.
  
Fez
Tannerie
 Kota ini menjadi kota yang sangat penting dan mengandung sejarah tinggi dan tak ternilai bagi orang Maroko karena Kota ini adalah kota yang menjadi Ibu Kota Negara Maroko yang pertama. Kota ini juga sangat terkenal dengan Tanneries-nya, yaitu sebuah proses pembuatan kulit dari kulit binatang segar sampai dibuat menjadi kulit yang sudah jadi. Tempat ini menjadi sangat terkenal karena prosesnya yang sulit dan sangat tradisional membuat tempat para pekerjanya bagikan lokasi camp kerja paksa.  Sangat menarik untuk dilihat. Baca : #AlceFez, #AlceMaroko.
Fez juga mempunyai Medina yang sangat cantik untuk disusuri. Keindahan Medina di Fez lebih menarik daripada Medina di Marrakesh. Didalamnya juga disediakan 2 public toilet yang lumayan bersih. bayar cukup 1 dirham aja.

  Chefchaouen (baca : shefshawan atau shawan), Sebuah kota unik dan antik ini adalah salah
satu kota tertua di Maroko yang terletak di balik pegunungan Rif (Rif mountain) yang terkenal dengan alamnya yang indah bagaikan lukisan yang dibuat Tuhan dengan indahnya untuk manusia. Kota ini unik karena semua bangunan kunonya yang terletak di Medina (Kota Tua) berwarna biru. Sering dijuluki sebagai kota Biru dari Africa Utara, memiliki arti tersendiri mengapa semua dibuat berwarna biru. Karena Penduduk disana mempercayai bahwa warna biru adalah sebuah warna suci dan juga digunakan mereka sebagai ungkapan rasa rindu kepada kampung halamannya jika mereka mengembara jauh. Di balik pegunungan Kota Chefchaouen ini terkenal dengan ladang ganja dan marjuana nya. Untuk kesana tidak bisa dilakukan dengan mobil biasa tapi harus dengan mobil 4x4 sebangsa land cruiser yang ber horse power. Ini karena letaknya sengaja dibuat didaerah yg paling tinggi supaya aman dan susah dicapai. Baca : #AlceChefchaouen, #AlceMaroko, Chefchaouen si Kota Biru

Casablanca, adalah kota terbesar di Maroko. Selain kotanya yang telah menjadi kota kosmopolitan, menurut ku kalau dari segi kultural tak banyak yang bisa dilihat disni. Yang membuat orang2 datang kesini adalah Mesjid Hassan II yang menjadi destinasi wajib kunjung. Karena Mesjid ini adalah Mesjid yang terbesar dan termegah di seluruh Afrika. Untuk mengunjungi Mesjid Hassan II ini kita harus membayar 120 Dirham atau 12 euro untuk orang dewasa. Sedangkan untuk anak anak anak dikenakan 60 Dirham atau 6 Euro. sediakan waktu 1-2 jam disini pasti sdh cukup. Baca  : #AlceCasablanca 
    
    Rabat, adalah Ibukota negara Maroko. Walaupun  aku sampai  menginap 2 malem disini, Ibu kota negara kota ini nggak menarik untuk ku. Berada di sebelah laut tapi lautnya juga sangar gitu, bisa ditatapin doang tapi ngga bisa direnangi. Arus laut atlantiknya kencang, berbatu cadas, berangin kencang dan airnya dingiin saat kesini. Yang menarik disini menurutku hanyalah Menara Hassan atau Hassan Tower-nya saja. Sebuah Mesjid  yang ingin dibangun dan ingin dijadikan sebagai Mesjid yang terbesar di dunia, dengan rencana Menara berketinggian 86  meter (yang baru dibuat 44 mtr) dan bertiang 200 buah. Namun Sang Raja sebagai penggagas kemudian wafat sebelum Mesjidnya selesai, sehingga sang raja pun di kebumikan di dalamnya. Mesjid Hassan menjadi warisan World Herritage Unesco. Untuk masuk kedalamnya tidak dikenakan biaya. Di 4 pintu Mesjid atau Mausoleum yang menghadap barat timur selatan utara akan ada penjaga yang berpakaian lengkap ala tentara kerajaan. Kalian boleh memotret atau berfoto disampingnya dan tidak dipunguti biaya. Tetapi permintaan foto tidak akan diperbolehkan jika bahu kalian terbuka atau berpakaian sexy. Jadi kalau kalian berpakain terbuka akan disuruh tutup dulu. Cataaaaatttt….!!! Baca : #AlceRabat
   
    Tanger atau dikenal juga dengan sebutan Tangier. Kota ini tadinya bukanlah menjadi kota yang ingin ku kunjungi,
Batas laut Mediternian dan lautan Atlantik
tetapi karena keinginan ku untuk ke Chefchaouen lah maka aku sampai kesini. Selain itu kalo terbang dari Jerman, ke Tangier sering ada tiket promo. Yang menarik di Tangier adalah karena kota ini adalah kota Industri yang memiliki Port terbesar di Maroko yang menghubungkan transportasi laut ke berbagai negara. Kota ini berada di ujung Negara Spanyol dan Gilbartar, juga sangat dekat jika ingin ke Portugal. Untuk masuk ke Spanyol atau Portugal kita bahkan bisa melakukannya dengan menaiki Ferry boat. Ini tentu sangat menarik bagi orang yang berjiwa petualangan. Tangier adalah kota yang murah, nyaman dan memiliki  garis laut yang menarik. Berdiri didalam satu titik diujung paling selatan kota Maroko ini kita akan berada dan bisa melihat batas lautan Atlantik dan lautan Mediterania, diseberang sana kita pun bisa melihat bagian dari negara Spanyol.
Yaah..kayak Banyuwangi dan Bali aja looh serasa.  Baca : #AlceTangier, #AlceMaroko
  
  
Jalan jalan di Maroko bagusnya naik apa?
Jalan-jalan sendiri di Maroko itu sebenarnya sudah ngga ribet kalau tidak bisa berbahasa arab ataupun Perancis. Masih bisa kok nanya sana sini, akan ada aja ketemu orang yang bisa. kl engga ada yang bisa juga kan bisa minta tolong google translate aja yang bicara. Ini mah Mc giver alanya saya.
Jalan-jalan jarak jauh bisa di tempuh dengan naik Kereta atau naik Bus.  Kereta hanya terhubung antara kota besar saja seperti Tangier-Rabat- Fez-Casablanca-Marrakesh. Untuk mengetahui jadwal dan harga ticket bisa melihatnya melalui website : www.oncf.ma
Kota2 diatas tersebut bisa juga di capai dengan naik bus namun diluar kota di atas hanya bisa dicapai dengan bus umum yg jadwalnya bisa dilihat di website : www.ctm.ma.

Kartu Simcard apa?
 Terus terang setiap masuk ke sebuah negara, selain Mesin ATM atau Money Changer, Kartu Simcard Hp adalah barang yang menjadi perburuan utama saya. Karena saya akan bener bener mati langkah dan mati kutu jika nggak punya barang ini.
Simcard dan paket di Maroko itu murah! Saya memilih pake 2 provider yang berbeda yaitu Orange dan Telecom.  Orange bisa di beli dengan yg sdh jadi paket internet mulai dari 10 dirham keatas. Sedangkan Telecom seringnya kita harus beli nomor dulu baru ngisi paket. Telecom agak ribet, tetapi dia punya koneksi internet yang kencang namun kurang bandel di daerah pedalaman otw ke gurun. Kartu Orange lebih murah meriah, agak slow tapi bandel jaringannya. Nah loooh..pilih yang mana? Suka suka mu aja deehh..
Setiap beli kartu biasanya kita diminta copy pasport, jadi jangan lupa bawa pasport saat mau beli. Jgn khawatir, mereka yang akan copy'in. 

Catatan : Seperti yang saya katakan di atas, setiap kota memiliki Souk dan Medina. Tetapi tidak ada Medina yang terlalu menarik dan lengkap selain dari yang di Marrakesh dan Fez. Namun kalau kalian ada waktu yang cukup ada baiknya kalian datangi setiap Medina dan Souk yang ada sebagai perbandingan dan pengalaman saja. Masih akan tetap ada hal yang menarik dan hal yang berbeda untuk di lihat kok. 

Sekian.

Untuk informasi tambahan mengenai Maroko bisa di googling di https://wikitravel.org/en/Morocco

      





Chefchaouen si Kota Biru yang menawan

Si cantik Chefchaouen, The Blue city.

Tadinya aku justru nggak tahu kalo kota Chefchaouen(baca: shefshawan) justru menjadi bagian penting bagi orang Maroko. Ceritanya, aku secara tidak sengaja melihat foto menawannya muncul di instagram. Search di Internet lebih dalam lagi ternyata sangat menarik sekali sehingga aku merasa wajib harus kesini kalau aku ke Maroko.

Kota unik dan antik ini adalah salah satu kota tertua di Maroko. Kota kuno dan unik terletak di daerah pegunungan Rifs Mountain yang terkenal dengan alamnya yang indah bagaikan lukisan yang dibuat Tuhan dengan indahnya untuk manusia..
Kota ini unik karena semua bangunan kunonya yang terletak di Medina (Kota Tua) berwarna biru. Sering dijuluki sebagai kota Biru dari Africa Utara, memiliki arti tersendiri mengapa semua dibuat berwarna biru.

Penduduk disana mempercayai bahwa warna biru adalah sebuah warna suci dan juga digunakan mereka sebagai ungkapan rasa rindu kepada kampung halamannya jika mereka mengembara jauh.
Di balik pegunungan Kota Chefchaouen ini terkenal dengan ladang ganja dan marjuana nya. Untuk kesana tidak bisa dilakukan dengan mobil biasa tapi harus dengan mobil 4x sebangsa land cruiser yang ber horse power. Ini karena letaknya sengaja dibuat didaerah yg paling tinggi supaya aman dan susah dicapai.

Saya tidak ke ladang itu. Karena mereka hanya mulai bertanam di ladang sekitar bulan Mei dan panen berakhir di bulan juli. Jadi diluar bulan itu ladangnya kosong.
Kalau kalian mau nyoba Marijuana atau Hashis, maka dikota inilah tempatnya. Ngga perlu susah mencari, cukup berjalan didalam kota uniknya maka akan banyak penduduk lokal yang menawarimu

Kalau kalian melihat ada beberapa orang seperti orang aneh atau orang gila di jalan jangan mengira mereka adalah orang yang gila atau orang yang kurang setengah ons, mereka adalah orang yang lagi make dan nyeranyau ngga jelas karena udah kena dosis tinggi..

Marijuana dan Hashis tidak dilarang di Maroko tetapi juga tidak dilegalkan secara resmi.Pokoknya yang mau make make daahh...Nah looh..
Tapi ingat! Semuanya hanya bebas saat kalian berada di Maroko, jika kalian menggunakan, saat kalian melintas pulang hati2lah. Cek dengan teliti barang bawaan kalian siapa tahu ada yang keselip, karena dinegara lain ini akan menjadi kasus pidana.

How to get there?
Tidak ada jalur Kereta Api ke Chefcahouen, cuma bis Supratour(bus exclusive ala Safari Dharma) atau bis umum yg harga dan schedulnya bisa di check melalui website:
www.ctm.ma.

Kalau kalian mau naik taxi kesini juga bisa. Naik nya naik "Grand Taxi" namanya, sebuah taxi mobil berwarna coklat susu khusus taxi antar kota. Taxi ini adalah share taxi dengan beberapa orang, atau kalau di Indonesia dinamakan travel. Tunggu penuh baru berangkat, dan kalau dari Tangier harganya cuma 100 Dirham /oneway.

Kota kuno yang penuh dengan warna biru itu berada didalam Medina(Kota Tua) terletak dilereng pegunungan. Jadi ketika kita sampai di stasiun kota Chefchaouen kita harus berjalan sekitar 15 menit menuju kota biru. Dan kalau bawaan kalian berat atau berupa koper sebaiknya jangan menginap di dalam Medina karena jalannya yang penuh undakan dan tanjakan.

Ingat! Ini adalah kota tua! Pada saat mereka membangunannya mereka tidak berpikir untuk membuat fasilitas jalan berkendaraan karena jaman itu kendaraan belum eksis yang ada cuma kuda... Tidak ada satu kendaraan pun yang bisa masuk ke dalamnya karena jalannya yang sempit, berbatu dan menanjak. Koper tidak akan bisa tergeret utk bisa masuk kesini.
Peringatan keras!

Saran saya cari lah hotel di sepanjang jalan di luar Medina. Disana taxi dan mobil lancar lewat. Dari Stasiun bis ke jalan raya di pinggir kota Medina paling seharga 10 Dirham, atau katakan lah 1 dollar atau kurang dari 1 €.

Akomodasi dan kota makanan di kota ini juga murah asal kalian tidak membelinya didalam Medina. Tidak harus tooh...get out some hundreds meter ajaloh maka aman bagi kantongmu.
Semoga tulisan ini membantu bagi yang mau kesana.


Sekian.
#AlceChefchaouen
#AlceMaroko




Menginap gratis dan Bodyguard Gratis di Venezia



Venezia, Italy

Akomodasi dan Transportasi
Sebenarnya jalan-jalan ke Italy ini tidak ku rencanakan sama sekali.
Diluar jadwal libur tetap tiba-tiba Sekolah Ribka ada libur pada hari kamis karena para guru ada meeting, sehingga hari Jum’at adalah hari kejepit. Tiba tiba muncul di otak Nomaden ku untuk pergi kemana aja. Ngetrip...!!
Yang terlintas langsung dalam kepala adalah Venezia, padahal aku sudah pernah kesini 13 thn yang lalu ;)
Lalu iseng-iseng aku mengecek ticket di internet. Ehh kok murah banget yaaa..Naik Bus cuma 36 euro doang/one way dan naik pesawat Cuma 65 Euro pakai Ryan Air. Tanpa pikir panjang langsung ku beli. Aku pergi berdua Ribka saja, sedangkan ponakan ku Karina Silo lebih memilih jalan-jalan ke Berlin, alaahh..kalo ke Berlin mah rugi dia kataku!!

Mau tinggal dimana ??
Seperti biasa kalo mau ngetrip akan selalu muncul pertanyaan ini di benakku.
Di hotel atau lewat Airbnb atau alternatif lain? Kalau memilih Center Venezia memang dekat dengan obyek wisata dan kemungkinan bisa hemat waktu. Tetapi kalau mau tinggal di center selain harga Hotel yang mahal juga kondisi kota Venezia yang tidak membolehkan kendaraan bermotor dan mobil masuk ke dalamnya, atau berjalan kaki.

Venezia adalah Kota Romantis nan indah, Kota Kuno yang mengapung di atas air yang terkenal dengan ratusan Canal dan Gondolanya, mulai di bangun pada abad ke 7. Didalam kota ini tidak ada kendaraan bermobil, bermotor, Bus atau Kereta. Semua kendaraan hanya boleh dikendarai sampai Stasiun Santa Lucia yaitu gerbang masuk ke pulau Venezia. Dari sana kita hanya bisa berjalan kaki untuk mengunjungi semua obyek wisata, atau bisa juga dengan membayar taxi kapal. Jadi kalo mau tinggal tepat di dalam kota berarti harus siap menggeret Koper naik turun tangga, naik turun perahu atau jalan berkilo-kilo dengan mengeret koper untuk bisa sampai ke hotel.

Untuk bisa masuk ke kota ini kita hanya bisa memasukinya dengan berjalan kaki atau melalui Gondola atau perahu motor yang di kenal sebagai Water Bus transport.
Ada ticket  yang berlaku 1 jam seharga 7,5 euro/orang,  atau ada ticket yang berlaku 24 jam seharga 20 euro/orang, atau 2 ticket yg berlaku utk 2 hari seharga 30 euro/orang.
Dengan ticket-ticket ini kita bisa pergi kemana saja sesuai keinginan, juga bisa stop dimana saja di pelabuhan-pelabuhan yang tersedia. Tinggal lihat schedule waktu dan arah water busnya saja.
Sebelum masuk ke dalam Water Bus, ticket yg kita beli harus di scan dulu di mesin scanner ticket untuk memvalidasi ticket yg kita beli.Biasanya mesin validasi diletakkan sebelum jalan turun naik ke kapal. Kalo ticket tidak di scan validasi, maka ketika ada pemeriksaan ticket kita bisa ditangkap dan di kenakan denda 80 euro. Jadi mending tidak usah pura-pura lupa yaa para traveler…polisi tidak menerima alasan apapun.



Menurut ku cara terbaik adalah menginap di Mestre. Mestre berada tepat di pinggiran Venezia dimana semua kereta dan Bus dari berbagai jurusan akan lewat disini jika ingin ke Venezia. Disekitar Stasiun Mestre ini banyak sekali hotel bertebaran, dari yang murah sampe yang mahal-mahal. Juga kalo pengen nginap via Airbnb juga banyak pilihan. Semua harga juga jauh lebih murah di bandingkan Venezia. Jangan panik dengan cara dan biaya ke Venezia, dari sini naik kereta ke Stasiun Tranchetto di Venezia Cuma 2,5€ sekali naik, jadi nggak mahal juga.

Bingung memilih tempat tinggal, akhirnya ku hubungi seorang teman yang tinggal disini.
Dia seorang polisi, aku sebenarnya tidak tahu dia itu polisi apa, karena aku juga ogah nanya-nanya detail pekerjaan orang. Yah tunggu ketemu ajalah akan kutanya detailnya pikir ku..hahaha... Sekarang ini aku hanya mau kasih tahu kalo aku mau ke Venezia dan mau minta tolong apa dia mau menampung aku dan Ribka dirumahnya barang 3 malem..Masih suka yang gratisan hahaha...

Teman polisiku setuju menampungku di rumahnya asalkan aku mandiri disana dan tidak bikin kacau rumahnya karena membawa anak kecil, hahaha...
Selesai sudah masalah tempat tinggal, aku tidak jadi tinggal di Hotel, tempat tinggal teman ini diluar kota Venezia tapi tidak jauh sekitar 30 menit aja. Tidak apa-apa pikirku, kan jadi bisa lihat-lihat dan mengenal bagian lainnya dari Italia.

Perjalanan Yang Tak Terlupakan
Pernahkah kalian bayangkan sebelumnya kalo hidup kalian bakalan sangat tergantung sama Handphone dan GPS? Kalau iya itu berarti kalian lahir di jaman now.

Orang Italia itu sangat ramah, gampang diajak ngomong, gampang di ajak becanda, gampang konyol-konyolan. Jalan-jalan di Venezia itu gampang karena memang daerah ini turistik banget jadi nanya orang dimana-mana juga pasti banyak yang ngerti bahasa Inggris. Kalo ngga tahu cara beli ticket kereta di mesin automatis aja pasti ada yang mau nolongin kalo kita minta tolong.

Polisi itu
Teman tempatku menginap di Italia adalah seorang polisi kenal dari couchsurfing, dia seorang polisi spesial yang menangani teroris, mafia, narkoba bea cukai bahkan para pejabat dan pengusaha yang korupsi yang menyalahi aturan. Beberapa tahun yang lalu dia bahkan menjadi Bodyguard para menteri di Venezia.
Tinggal dengan dia kami merasa sangat aman, tiap hari dibawa jalan-jalan keliling Venezia. Bahkan Terkadang serasa bagaikan orang penting karena aku dan Ribka selalu dikenalin ke orang-orang yang dia sapa sebagai tamunya di Italia.
Hati bungaaahh...pokoknya..!!
Orang bilang, jangan suka men-judge seseorang dari penampilannya. Demikian juga dengan teman polisi ku. Penampilannya biasaaa buangeett... Tapi jangan salah, dia memiliki koneksi tingkat tinggi dengan para orang kaya dan owner-owner usaha disana. Ini saya tahu karena kemanapun kami berjalan disana, selalu ada aja yang menegurnya dan mengundang kami minum atau ngopi gratis di tempat mereka. Sepertinya dia sangat di hargai dan dihormati.
Bahkan di tempat antrian naik kapal kami tidak perlu ikut ngantri, tinggal "follow me" saja.
Di tempat parkir mobil kami tidak perlu membayar parkir kami bahkan  boleh langsung masuk ke parkiran dengan cukup mengeluarkan kartu identitasnya saja.
Heemmm...Kereeen kaan...!!!
Satu hari dia tidak bisa nemanin kami jalan karena sibuk kerja. Jadi aku dan Ribka jalan-jalan sendiri aja. Berbekal Hp yang bisa ku gunakan sebagai GPS dan translator, aku percaya diri. Apalagi aku sebelumnya kan juga sudah pernah belajar bahasa Itali dikit-dikit jadi siapa takutlah...hahaha...#selalu pede#.
Masalah mulai timbul ketika Hp ku mulai ngedrop. Aku kebanyakan ngambil foto dan Video, sementara Power Bank ku ketinggalan di Jerman saat berangkat. Takut battery habis aku berhenti mengambil foto, menghemat tenaga Hp yang mulai sekarat supaya masih bisa menggunakan GPS pulang ke rumah. Idiiihh rugi banget kaan....

Hari merambat petang, kulihat jam tangan sudah menunjukan jam 8 malam. Ribka mulai merengek karena capek. Aku putuskan membeli ticket bus untuk pulang. Dalam bus arah pulang sopir kurang baik, ketika aku tanya di halte mana aku harus turun untuk daerah tempat tinggalku, sopir ngga mau bicara dan ngga mau layani mungkin aku dikiranya bagian dari para Rohingya. Mereka tidak terlalu ramah untuk urusan ini. Akibatnya aku kelewatan satu halte! Jaraknya kelewatan sekitar 1 kilo meter balik kearah belakang.
Setaannn...!!
Sumpah serapahku berhamburan untuk sopir. Setelah berjalan sesaat Hp ku mati total.
Kami terus berjalan menyusuri jalan utama sambil coba-coba mengingat arah jalan pulang. Lalu Ribka mulai merengek kebelet mau kencing, capek dan nangis karena takut ngga bisa pulang. Tidak ada semak tersembunyi atau tempat yang terlindung untuk pipis aku lirak lirik sana sini cari toko buka atau warung kecil, tapi semua sudah tutup. Sama seperti di Jerman rupanya kalau jam 8 malam keatas daerah yang bukan tempat tourist took-tokonya pasti sudah harus tutup semua. 
Mana hari ini hari Minggu lagi, pastilah semua pada tutup.
Berjalan beberapa saat akhirnya kami menemukan sebuah Restaurant besar dan bagus yang buka. Wuaaah, pasti mahal ini gumamku ke Ribka.
Ah ayo masuk ajalah. Ngga perduli mahal lagi yang penting di dalam nanti kita bisa ngecas Hp dan bisa pulang pikirku.
Masuk restaurant pesan sesuatu ini adalah trik saudara-saudara, tidak ada yang mau ngasih ngecas gratis tanpa membeli disini... hahaha..

Dengan bahasa Italy semampuku aku bilang kami mau makan malam disana, tapi sekalian mau nge-charge Hp karena kami tidak bisa pulang kalo tidak ada GPS, kami getting lost. Jujur banget deh pokoknya yang penting mereka bisa kasihan dan mau membantu meminjamkan charger-nya untuk mengecharge Hp ku.

Restaurantnya bagus, makanannya juga enak aku dan Ribka sengaja memesan menu lengkap, mulai dari Starter, Main Course sampai ke Dessert-nya supaya duduknya bisa lama-lama dan Hp bisa di charge penuh. Aku bahkan sengaja memesan wine yang baik supaya dianggap ngerti budaya sono… #akal busuk! hehehe…
Setelah duduk makan 2 jam, aku membayar bill, pemilik restaurantnya sendiri yang melayani pembayaranku. Lalu aku meminta Hpku yang di charge di ruangan kantornya kembali. Sambil berbasa basi memuji makanannya yang enak dan dekorasi restaurantnya yang bagus aku menjelaskan kembali kalo aku ngga sengaja makan kesitu karena Hp ku kehabisan battery dan aku ngga bisa pulang ke rumah karena ngga ada GPS.

Sambil berharap mereka mengenal temanku yang polisi aku jelaskan pula bahwa kami menginap di rumah seorang teman polisi yang bernama Pino, sekalian biar ngga di remehkan maksudnya.
Karena perasaan satu kota Venezia aja mengenal Pino masak sih orang kota pinggiran yang satu kecamatan dengan dia ngga kenal?
Owner bertanya, “apa Pino itu polisi Guarda de la Financia? “ Aku jawab “Sì, Sì.. “ aja yang artinya dalam bahasa Italia iya. Padahal aku juga ngga tahu apa itu maksudnya polisi Guarda de la Financia..hahaha.
Lalu setelah itu Bapak pemilik restaurant langsung bilang, “Ooo kami kenal polisi itu.”
“Oke ngga usah khawatir, istri saya akan antar kalian pulang ke rumah naik mobil”.
Wuiihh bagaikan dapat durian jatuh, aku pura-pura nolak padahal dalam hati pengen loncat ke sampe langit! Oh Tuhaann, betapa senangnya kami dapat pulang ke rumah, tanpa harus jalan kaki tanpa harus panik bahkan dapat service VIP lagi.
Ini sungguh rejeki anak soleh...!!

Tujuan Wisata di Venezia
Burano dengan Rumah warna warni dan Labirinnya
Venezia adalah terdiri dari beberapa gugusan pulau-pulau, pulau utamanya adalah Kota Venezia. Namun di sekitarnya di kelilingi oleh pulau-pulau indah dan terkenal dengan keunikannya sendiri sendiri. Misalnya Pulau Burano dengan rumah uniknya yang penuh warna warni, labirin rumah khas Burano sering menjadi bagian target obyek utama turis yang datang ke Venezia. Untuk sampai kesini memerlukan sekitar 40 menit dari Pelabuhan Santa Lucia dengan menggunakan Water Bus.
Jika ingin menimati laut, Pulau Lido adalah satu satunya pulau yang memiliki pantai untuk tempat berenang dan berjemur di Venezia. Tapi berenang dan berjemur disini tentunya hanya bisa dilakukan saat musim panas. Dimusim lain maka pesisir pulau ini akan menjadi sepi dan kosong. Ya iyalah...siapa yang mau dingin membeku di pantai?
Lido juga memiliki kota dan bangunan bangunan unik di dalamnya, mungkin jalan kaki sekitar 1 jam aja kita sudah kelar mengelilinginya. Jadi walaupun ngga bisa mantai, pulau ini masih layak untuk di kunjungi.
Pulau Murano, terletak dibagian utara Venezia panjangnya cuma 1,5 kilometer dengan jumlah penduduk sekitar 6.000 jiwa yang sangat terkenal dengan berbagai kerajinan Blown Glass nya yaitu kerajinan dari kaca yang dibuat secara manual dari oven api yang suhu tinggi. Kerajinan ini dibuat dengan berbagai macam bentuk, ada vas vas bunga cantik, piring piring juga berbagai macam lampu antik dan kristal. Juga berbagai macam bentuk souvenir. Kerajinan kha
s Murano ini sangat terkenal diseluruh dunia.
Para turis bisa masuk dan melihat proses pembuatannya, namun mereka harus membayar. Aku dan Ribka sangat beruntung bisa memiliki Pino yang memiliki banyak akses special, sehingga untuk masuk ke tempat ini kami bisa masuk gratis karena pemilik perusahaannya adalah orang Pino kenal dengan baik. Ribka bahkan diberi hadiah Kuda gratis oleh si Bapak yang pernah menjadi direktur sepak bola Italia ini. Kami juga di bawa keliling si Bapak untuk melihat koleksi pribadi, saya hanya bisa menahan napas takjub tapi demi sebuah kesopanan menahan diri untuk tidak memotret apa pun yang saya lihat. Batas kesopanan Eropa!!
Kota Venezia tujuan wisata utama memiliki tentu saja luar biasa. Kalo mengunjungi kota ini disarankan untuk tidak memakai hak sepatu tinggi karena jalannya yang naik turun tangga, berbatu dan tidak datar. Seperti yang sudah saya sampaikan diatas, Venezia adalah kota di atas air. Tidak ada kendaraan bermotor didalamnya, semua dilakukan dengan berjalan kaki atau kita bisa mencapai bagian satu dengan bagian lainnya dengan naik Water Bus, taxi kapal sebenarnya. Disetiap bagian pulau Venezia ada pelabuhan pelabuhan taxi kapal ini. Untuk mencari jalur tujuan yang kita inginkan cukup melihat schedule kapal yang di gantung di depan pelabuhan dan mencari no kapal sesuai dengan tujuannya sendiri sendiri. Kalo saya menyarankan lebih baik jalan kaki saja, karena justru dengan berjalan kaki kita bisa lebih dekat nyampainya. Kecuali mau nyeberang ke pulau pulau lainnya baru disarankan naik boat.

Tujuan Menarik dalam pulau Venezia
  1. Markus Square ; adalah sebuah tempat wajib kunjung di Venezia. Ditempat inilah Gereja Kathedral  Basilica San di Marco yang sangat terkenal itu berada yang terkenal juga sebagai gereja Emas. Lihat gugel aja untuk informasi lengkapnya. Dari San Marco ini banyak hal yang bisa di kunjungi, bisa langsung ke Campanile di San Marco sebuah Bell Tower. Lalu ke Palazzo Ducale Bangunan dengan arsitektur uniknya. Dari sini juga di depan sana ada terminal Water Bus yang menuju hampir ke segala arah terminal Water Bus lainnya
  2. Jembatan Jembatan terkenal.
Rialto Bridge adalah jembatan yang unik. Jembatan yang paling dicari oleh wisatawan dan fotographer dan merupakan objek must be there must be selfie wisatawan. Jembatan ini hampir persis seperti jembatan yang ada di Florence. Sebenarnya selain Rialto juga masih banyak jembatan jembatan indah dan unik lainnya di Venezia seperti Ponte della Paglia atau Bridge of Sight.  Jembatan ini menghubungkan Doge’s Palace rumah putih bagus yang sebelah kiri ke sebuah penjara yang berada di sebelah kanannya yang bangunannya Cuma berbata merah tanpa plesteran. Untuk pemandangan ini kita mengambilnya dari jembatan
Ponte della Paglia
Naik Gondola gratis karena teman polisi itu



* Cerita saya potong disini dulu, tunggu kelanjutan cerita seru selanjutnya.
*Maaf tidak banyak foto di hari ini krn Hp ngedrop
* Jangan lupa baca ceritaku lainnya di blogku ;